"Kenaikan peringkat FTSE merupakan pertanda dalam perjalanan menuju kesadaran dan keterlibatan yang lebih besar dari investor asing," kata Ketua Dynam Capital, Craig Martin.

"Pasar tetap relatif murah dan pertumbuhan pendapatan masih kuat," tambahnya.

Terlepas dari optimisme tersebut, kinerja pasar saham Vietnam masih relatif tertinggal. VN-Index baru naik sekitar 1,4% sepanjang tahun ini, dibandingkan dengan kenaikan sekitar 24% di Thailand dan 21% di Singapura, berdasarkan data LSEG.

Padahal, tahun lalu Vietnam menjadi pasar saham dengan kinerja terbaik di Asia Tenggara seiring investor bersiap menghadapi reklasifikasi FTSE yang diharapkan. Meski begitu, sejumlah tantangan masih membayangi, terutama terkait batasan kepemilikan asing dan keterbatasan free float pada sejumlah perusahaan.

Pencapaian ini juga kembali memunculkan harapan Vietnam mendapat peningkatan peringkat dari MSCI di masa mendatang. Investor menilai penerapan mekanisme kliring melalui central counterparty (CCP), yang diperkirakan paling cepat mulai 2027, dapat membantu Vietnam memenuhi persyaratan akses pasar MSCI.