NADIKABAR.COM — Pemandangan helikopter terbang membawa kantong air raksasa lalu menumpahkannya ke lokasi kebakaran kerap terlihat saat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Teknik yang dikenal sebagai water bombing ini ternyata bukan sekadar membawa air lalu menjatuhkannya dari udara.
Helikopter harus mengambil air, terbang menuju lokasi kebakaran, menentukan titik sasaran, lalu melepaskan muatannya pada saat yang tepat. Dalam sekali penjatuhan, jumlah air yang dibawa bahkan bisa mencapai ribuan liter.
BNPB menggunakan berbagai jenis helikopter untuk operasi water bombing. Salah satunya MI-8AMT yang memiliki kapasitas angkut air hingga 4.000 liter atau sekitar empat ton dalam sekali pengambilan.
Helikopter biasanya menggunakan wadah air yang digantung menggunakan kabel di bawah badan pesawat. Sistem semacam ini memungkinkan pilot mengambil air dari sumber seperti danau, sungai, atau waduk tanpa perlu mendarat.