Namun menjatuhkan ribuan liter air dari udara tidak berarti api otomatis padam.

Di Teluk Bintuni, Papua Barat, misalnya, BNPB mengungkap rapatnya pepohonan menjadi tantangan water bombing. Air yang dijatuhkan dari helikopter tidak selalu langsung mencapai permukaan tanah atau material yang terbakar karena tertahan vegetasi.

Karena itu, water bombing terutama berguna untuk menjangkau lokasi yang sulit dicapai melalui jalur darat dan menekan titik api tertentu. BNPB menegaskan penanganan karhutla tidak dapat sepenuhnya mengandalkan helikopter karena jangkauannya terbatas dan biaya operasionalnya besar.

Operasi udara pun tetap dikombinasikan dengan pemadaman oleh tim darat serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan luas dan lahan gambut.