Helikopter terbang rendah di atas sumber air dan menurunkan wadah tersebut hingga terendam. Setelah terisi, wadah diangkat dan helikopter langsung terbang menuju titik kebakaran.
Bagian yang tak kalah menantang adalah menjatuhkan air ke sasaran. Pilot harus memperhitungkan lokasi titik api dan kondisi penerbangan agar air dilepaskan di area yang dibutuhkan. Faktor seperti angin juga menjadi tantangan karena dapat mempercepat penyebaran kebakaran. BNPB menggunakan patroli udara untuk menemukan titik api sebelum operasi water bombing dilakukan.
Skala operasinya bisa sangat besar. Dalam operasi karhutla di Kalimantan Selatan yang dilaporkan BNPB pada Agustus 2026, satu helikopter Super Puma melakukan 245 kali penjatuhan dengan total sekitar 980.000 liter air.
Artinya, rata-rata sekitar 4.000 liter air dijatuhkan dalam setiap drop. Helikopter MI-8 dalam operasi yang sama melakukan 57 kali penjatuhan dengan total sekitar 228.000 liter, sedangkan Black Hawk melakukan 82 kali drop dengan total sekitar 328.000 liter.