Yandri juga mencontohkan salah satu diskusinya dengan mahasiswa di sebuah kampus di Cilegon. Dalam kesempatan tersebut, ia melontarkan pertanyaan kepada mahasiswa tentang keinginan mereka untuk pulang ke desa.
Namun, dalam diskusi tersebut, ia juga menyinggung soal bagaimana pendapatan desa mengalahkan orang kota dan mengajak mereka untuk bergabung dalam membuat desa-desa ekspor, tematik, dan wisata.
"Kita ingin memastikan perlu banyak contoh, karena kalau enggak ada contoh orang tidak percaya, makanya saya banyak kasih contoh anak-anak muda yang berhasil kembali ke desa dengan pendapatan yang mengalahkan orang kota," ungkap Yandri.
Tak hanya melalui metode berkeliling, Yandri juga menyebutkan program lainnya dari Kemendes PDT, yakni Program Pemuda Bangun Desa, Bangun Indonesia.