"Kita kirim ke Jepang, kami punya kuota sekarang 45 ribu. Kita cari pemuda-pemuda di desa itu yang dari sisi kemampuan akademiknya bagus, tapi mungkin tidak bisa melanjutkan kuliah, nah kita kirim ke Jepang," katanya.
Upaya-upaya ini pada akhirnya menjadi cara Kemendes PDT untuk mengubah pola pikir masyarakat untuk tidak minder menjadi orang desa.
"Karena sejatinya, coba lihat konglomerat-konglomerat di Indonesia ini, hampir semua itu tidak besar di kota. Tapi, pertambangan ada di desa, perkebunan ada di desa, pertanian ada di desa, peternakan ada di desa," tutupnya.