NADIKABAR.COM — Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia (Apjatel) mendukung program Pemerintah Kota Bandung menata jaringan kabel telekomunikasi melalui pemindahan kabel udara ke infrastruktur bawah tanah. Namun, asosiasi meminta migrasi kabel tersebut dilakukan secara bertahap agar internet di Bandung tidak terdampak.
Terhitung hiingga Agustus 2026, penataan telah dilakukan di 42 dari target 85 ruas jalan sepanjang tahun ini. Seiring meluasnya pekerjaan tersebut, Apjatel meminta proses migrasi kabel dilakukan secara bertahap, terencana, dan terkoordinasi agar tidak mengganggu keberlangsungan layanan telekomunikasi bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
Ketua Umum Apjatel Jerry Siregar mengatakan pihaknya mendukung penataan infrastruktur telekomunikasi di Kota Bandung dan tidak memiliki kepentingan untuk menghambat program tersebut.
"Kami mendukung penataan infrastruktur telekomunikasi di Kota Bandung dan tidak memiliki kepentingan untuk menghambat upaya penataan kota. Secara mendasar, kami mendorong proses yang terukur, bertahap, dan terkoordinasi, sehingga tujuan penataan dapat tercapai tanpa mengorbankan kualitas layanan yang dirasakan oleh masyarakat," ujar Jerry kepada NadiKabar, Sabtu (26/9).
Disampaikan Jerry, pemindahan kabel udara ke bawah tanah membutuhkan persiapan teknis karena jaringan yang ada harus diidentifikasi, disesuaikan dengan jalur baru, disambungkan kembali, dan diuji untuk memastikan konektivitas pelanggan tetap terjaga.
Apjatel menilai pekerjaan yang dilakukan dalam waktu terlalu singkat berpotensi meningkatkan risiko gangguan jaringan, pekerjaan ulang, hingga dampak terhadap pelanggan.
Selain itu, kepastian infrastruktur yang digunakan juga menjadi perhatian. Jaringan yang telah direlokasi ke jalur atau sarana yang disepakati perlu masuk dalam rencana penataan yang jelas agar operator tidak menghadapi relokasi berulang.