Asosiasi juga turut menyoroti aspek keselamatan teknisi yang mengerjakan migrasi kabel di lapangan. Pekerjaan tersebut membutuhkan konsentrasi dan ketelitian tinggi, dengan kondisi jalan, lingkungan, serta cuaca yang berbeda-beda.

"Pekerjaan migrasi membutuhkan tim yang bekerja dengan konsentrasi dan ketelitian tinggi. Karena itu, aspek keselamatan teknisi harus menjadi bagian penting dari perencanaan pekerjaan. Dengan waktu dan kondisi kerja yang memadai, kami percaya bahwa kualitas pekerjaan juga dapat dijaga," kata Jerry.

Kesiapan peralatan juga menjadi bagian dari proses migrasi. Sejumlah perangkat yang dibutuhkan antara lain fusion splicer, Optical Time Domain Reflectometer (OTDR), dan optical power meter untuk mendukung penyambungan serta pengujian jaringan.

Apjatel mendorong pengaturan jadwal pekerjaan yang realistis agar operator dapat mengoptimalkan sumber daya manusia dan peralatan sekaligus menjaga kualitas hasil migrasi.

Dalam pelaksanaan penataan jaringan telekomunikasi, APJATEL juga mendorong pemerintah daerah memperhatikan ketentuan pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) dalam Permendagri Nomor 7 Tahun 2024.

Ketentuan yang menjadi perhatian mencakup Bab VI tentang Penggunaan dan Bab VII tentang Pemanfaatan BMD, termasuk pertimbangan aspek teknis, kepentingan daerah, dan kepentingan umum.