Pengawasan dijalankan melalui CCTV di tiap SPPG yang dikoneksikan ke BGN dengan menggunakan Artificial Intelligence (AI).

"Jadi semua dapur itu sudah punya CCTV, hanya CCTV-nya belum (terkoneksi), hanya dikonsumsi oleh internal dari dapur itu. Sehingga kami sedang piloting, ada sekitar 70-an dapur yang kita piloting, untuk CCTV-nya kita tarik ke pusat, kita kasih artificial intelligence, sehingga kita bisa memonitor SOP. Apakah SOP pengolahan, SOP persiapan, SOP cuci ompreng, dan sebagainya," tutur Sudaryono.

Langkah berikutnya, termasuk memperkuat peran Satgas MBG di daerah dalam melakukan pemantauan dan pengawasan sesuai dengan tugas dan fungsi yang diatur dalam Perpres No. 115 Tahun 2025.

Selain penertiban data dan pemberantasan penyimpangan, pembenahan MBG juga mencakup tiga prioritas lain, yaitu percepatan pemerataan MBG ke wilayah 3T, perbaikan tata kelola dapur SPPG melalui pendataan ulang dan skema insentif baru Rp2.000/porsi, serta peningkatan keamanan dan mutu gizi makanan melalui uji coba model prasmanan.