NADIKABAR.COM — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana mengusulkan skema kerja dari rumah atau work from home (WFH) jelang periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Usulan ini dimaksudkan untuk mengurangi volume kendaraan yang melintas selama periode tersebut.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, mengatakan usulan pelaksanaan WFH ini akan dibahas lebih jauh dalam rapat koordinasi bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
"Ada usulan juga ya dari forum tadi untuk pelaksanaan WFH untuk tanggal-tanggal tertentu yang sudah kita catat nanti pada saat rapat koordinasi di Kemenko PMK, ini akan diusulkan untuk dijadikan WFH atau work from anywhere," kata Aan dalam konferensi pers Persiapan Masa Angkutan Nataru 2026/2027 di Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026).
Lebih lanjut, Aan menjelaskan puncak arus mudik periode Nataru kali ini diperkirakan terjadi pada 23 Desember 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 3 Januari 2027.
Prediksi tersebut didapatkan berdasarkan analisis data historis pergerakan masyarakat dari Badan Kebijakan Transportasi (BKT) serta masukan dari pengelola jalan tol (BUJT) dan asosiasi transportasi.
Dengan begitu skema tanggal pelaksanaan WFH yang diusulkan mencakup 21 dan 22 Desember sebelum puncak arus mudik, serta 4 Januari setelah puncak arus balik.
"Tadi usulannya tanggal 21-22 di awal ya, kemudian tanggal 4 di akhir dan seterusnya begitulah," ujarnya.
Selain WFH, pemerintah bersama pihak kepolisian dan pengelola jalan tol juga menyiapkan penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) untuk mengatur rekayasa lalu lintas, pembatasan angkutan logistik, dan penyiapan jalur/pelabuhan alternatif guna memastikan kelancaran angkutan Nataru 2026/2027.
"Untuk detailnya kita sedang bicarakan untuk SKB, yang jelas ada pembatasan nanti ya, kemudian ada rekayasa yang akan dilaksanakan sesuai dengan situasi, dan ada penentuan beberapa pelabuhan atau dermaga penyeberangan alternatif terutama Ketapang-Gilimanuk," pungkasnya.