NADIKABAR.COM β Presiden incumbent Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva harus menempuh dua putaran untuk menang pemilihan presiden Brasil. Salah satu sebabnya, karena Meta berpihak pada FlΓ‘vio Bolsonaro yang didukung Amerika dan Israel. Lula harus melawan algoritma.
Lima hari setelah kalah di putaran pertama pemilihan presiden Brasil, presiden sayap kiri Luiz Inacio Lula da Silva menghabiskan hampir 24 jam tanpa bisa mempromosikan unggahan Instagram. Lawannya, senator sayap kanan FlΓ‘vio Bolsonaro, bisa melakukannya. Pada akhirnya, Lula menang pemilu, tapi insiden itu tetap membayangi.
Pengacara Lula memasukkan insiden tersebut ke daftar kejadian yang mereka serahkan pada pengadilan pemilihan umum dan pengamat internasional sebagai bukti bahwa Meta, pemilik Instagram, aktif mencoba mencampuri pemilu Brasil untuk menguntungkan Bolsonaro.
Laporan dari pendukung Lula yang mengatakan konten mereka dihapus atau jangkauannya dibatasi membanjiri medsos di Brasil. Belasan lembaga pengawas dan kelompok riset menerbitkan laporan yang mengindikasikan Meta mungkin mengutamakan kampanye sang senator Bolsonaro.
Meta menyebut tuduhan Lula salah dan tidak berdasar, dengan mengatakan bahwa ada insiden teknis yang memengaruhi kampanye dari berbagai spektrum politik.
Hal ini makin menarik perhatian setelah pengadilan pemilu memerintahkan Meta tak memberikan perlakuan tidak setara pada kandidat. Hakim Marco Aurelio Bellizze mengatakan tidak menemukan bukti tindakan sengaja oleh perusahaan, tapi ia memberi Meta waktu 24 jam agar masalah yang memengaruhi Lula diperbaiki.