"Jadi ada pertumbuhan hampir setengah miliar US$ di 2026, sembilan bulan. Bagaimana tiga bulan berikutnya? Saya yakin angkanya bertambah," paparnya.
Di luar itu, perseroan melanjutkan pembangunan pabrik chlor-alkali dan ethylene dichloride (CA-EDC). Hingga September 2026, progres proyek tersebut mencapai 80 persen, dengan dukungan pendanaan USD200 juta dari Indonesia Investment Authority (INA) dan Danantara. Fasilitas CA-EDC ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dengan kapasitas produksi soda kaustik 400 ribu ton per tahun. Proyek ini diarahkan untuk mendukung substitusi impor bahan kimia bagi kebutuhan industri domestik. Selama masa konstruksi, proyek tersebut diproyeksikan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja. Sementara itu, pada tahap operasional, fasilitas ini diperkirakan menyediakan 250 lapangan kerja.
"Pada dasarnya CA-EDC ini akan digunakan oleh industri ataupun pertambangan di dalam ekstraksi alumina dan nikel yang memperkuat rantai bisnis di kendaraan listrik. Tapi selain itu, EDC-nya juga bisa digunakan untuk bahan-bahan ataupun kebutuhan di rumah tangga, misalnya deterjen, sabun, dan sebagainya," terangnya.