NADIKABAR.COM — Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China pada Senin (19/10) menyatakan akan menjajaki mekanisme untuk menetapkan kepemilikan, penentuan harga, serta perdagangan aset budaya digital, sebagai bagian dari upaya untuk memperluas penggunaan kecerdasan buatan (AI) di sektor kebudayaan dan pariwisata.
Zhou Hanping, seorang pejabat kementerian, mengatakan dalam sebuah konferensi pers di Beijing bahwa pihak kementerian berencana mendorong integrasi AI dalam penciptaan budaya, layanan publik, penerusan warisan budaya takbenda, layanan pariwisata, serta tata kelola pasar.
Sembilan otoritas China, termasuk Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, pada Senin bersama-sama menerbitkan serangkaian pedoman untuk mendorong perdagangan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurut pedoman itu, China akan mendorong penggunaan gabungan AI, realitas yang diperluas (XR), dan teknologi lainnya untuk mengembangkan produk budaya dan pariwisata yang khas serta layanan cerdas, sekaligus memperluas pasokan layanan budaya dan pariwisata bagi konsumen.
Zhou mengatakan kementerian tersebut telah meluncurkan 14 proyek percontohan untuk penerapan AI di sektor budaya dan pariwisata. Daftar proyek itu, yang dirilis oleh kementerian tersebut pekan lalu, menunjukkan bahwa program percontohan ini akan mencakup berbagai bidang seperti museum, teater, pariwisata salju, dan pariwisata inbound.
Pedoman tersebut juga mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan skenario konsumsi yang memadukan pengalaman digital dan fisik di lokasi-lokasi utama seperti jalan khusus pejalan kaki, kawasan komersial, dan objek wisata.
"Bentuk-bentuk budaya dan pariwisata yang baru muncul telah menjadi pendorong penting bagi permintaan domestik, penciptaan lapangan kerja, vitalitas pasar, dan kepercayaan konsumen," ujar Zhou, seraya merujuk pada produk-produk budaya dan pariwisata baru seperti pengalaman budaya yang imersif, pertunjukan digital, dan layanan pariwisata cerdas.
Zhou mengatakan kementerian itu akan terus mendorong pelaku usaha di seluruh negeri untuk mengembangkan produk-produk budaya dan pariwisata yang khas berdasarkan sumber daya lokal, serta mendorong upaya pelatihan bersama antara perguruan tinggi, institusi penelitian, dan perusahaan di sektor kebudayaan serta pariwisata guna membina talenta.