"Jadi kalau misalnya buyer-nya dari Taiwan, dari Jepang, pakai bahasa mereka, ya Bapak, Ibu nggak usah khawatir karena nanti akan diterjemahkan oleh teman-teman kita yang mendampingi," imbuh Busan.

Berkat fasilitasi inilah menurutnya pemerintah berhasil mendongkrak transaksi ekspor produk UMKM yang amat pesat hingga Rp 5,82 triliun dalam tujuh bulan pertama 2026 tadi. Untuk itu Busan sangat mendorong pelaku UMKM untuk ikut dalam program ini dan merambah pasar luar negeri.

"Yang ikut UMKM Bisa Ekspor ini rata-rata 70% belum pernah ekspor. Jadi Bapak, Ibu nggak usah khawatir, kalau belum pernah ekspor itu bisa aja ekspor," pungkasnya.