NADIKABAR.COM — Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat transaksi ekspor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada Januari-Juli 2026 berhasil mencapai US$ 333 juta atau setara Rp 5,82 triliun (kurs Rp 17.500). Angka ini sudah jauh melampaui capaian transaksi sebelumnya yang sebesar US$ 134,8 juta atau Rp 2,35 triliun untuk periode Januari-Desember 2025.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan mengatakan capaian transaksi ini merupakan catatan dari hasil program pendampingan UMKM Bisa Ekspor yang diusung Kemendag. Sehingga nilai ekspor produk UMKM ini belum termasuk yang di luar program.

"Tahun lalu transaksinya itu mencapai US$ 134,8 juta setahun. Nah, sekarang Januari-Juli itu sudah mencapai US$ 333 juta," ungkap Busan dalam pembukaan Program Pendampingan UMKM bertajuk Gapai Pasar Global dengan AI di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).