Shanmugam mengatakan kepada para perwakilan bahwa tujuan proses tersebut bukan untuk mencari kambing hitam ataupun menetapkan kesalahan demi kepentingan publik atau politik.
Terkait kekhawatiran regulasi ketat ini berpotensi membuat perusahaan-perusahaan tersebut angkat kaki dari Singapura, Shanmugam mengaku tidak gentar. Otoritas menegaskan hanya melakukan hal yang benar demi melindungi masyarakatnya.
"Jika perusahaan terbukti terlibat dalam pelanggaran dan kemudian memutuskan untuk meninggalkan Singapura, menurut saya melakukan hal yang benar bagi masyarakat Singapura berarti menerima konsekuensi tersebut," ujarnya.
Otoritas Singapura menekankan bahwa pemanggilan ini tidak lantas membuktikan perusahaan terkait otomatis bersalah. Oleh karena itu, pemerintah setempat juga telah melayangkan surat pemberitahuan serupa kepada sejumlah perusahaan lain yang bahkan tidak memiliki basis operasi di Singapura.
Berikut daftar petinggi perusahaan yang menghadap pejabat Singapura
1. CEO dan Executive Chairman Bumitama Agri Lim Gunawan Hariyanto2. CEO dan Direktur Eksekutif First Resources Ciliandra Fangiono3. Chairman dan CEO Golden Agri Resources Franky Oesman Widjaja (Franky juga mewakili Asia Pulp & Paper Company dan Asia Pulp & Paper Company (China))4. CEO dan Direktur Eksekutif Indofood Agri Resources Mark Julian Wakeford5. CEO dan Direktur Eksekutif Kencana Agri Albert Maknawi6. Chairman TSH Resources Kelvin Tan Aik Pen7. Chairman dan CEO Wilmar International Kuok Khoon Hong8. Senior adviser Sinar Mas Group Bernard Tan