NADIKABAR.COM — Sejumlah eksekutif senior dari sejumlah perusahaan kelapa sawit Indonesia memenuhi panggilan tiga pejabat Singapura, yakni Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong, Menteri Dalam Negeri K. Shanmugam, dan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Grace Fu pada Rabu (28/10).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh delapan jajaran pimpinan dari 10 perusahaan mulai dari CEO dan Executive Chairman Bumitama Agri Lim Gunawan Hariyanto, CEO dan Direktur Eksekutif First Resources Ciliandra Fangiono, CEO dan Direktur Eksekutif Indofood Agri Resources Mark Julian Wakeford, dan CEO dan Direktur Eksekutif Kencana Agri Albert Maknawi.
Kemudian, Chairman TSH Resources Kelvin Tan Aik Pen, Chairman dan CEO Wilmar International Kuok Khoon Hong, Senior adviser Sinar Mas Group Bernard Tan, dan Chairman dan CEO Golden Agri Resources Franky Oesman Widjaja yang juga mewakili Asia Pulp & Paper Company dan Asia Pulp & Paper Company (China).
Sementara, para menteri didampingi Penasihat Senior Davinder Singh serta pejabat senior dari Kejaksaan Agung, Badan Lingkungan Nasional (National Environment Agency/NEA), dan Kementerian Hukum.
Setelah pertemuan tersebut, para eksekutif senior berjanji akan bersikap kooperatif penuh dalam penyelidikan kasus kabut asap yang dilakukan oleh otoritas Singapura.
Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Grace Fu menegaskan pemerintah Singapura berencana mengamendemen Undang-Undang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act) pada sidang parlemen mendatang.