NADIKABAR.COM — Silicon Valley tampaknya dipenuhi oleh orang-orang bermoral bejat, sampai-sampai para pekerja teknologi mengedarkan sebuah dokumen berisi lebih dari seratus terduga predator seksual di industri teknologi presitisius tersebut, seperti dilaporkan New York Post.

Daftar tersebut tidak tersedia untuk publik, tapi kabarnya memuat nama para investor dan pengusaha ternama dan menjadi cara untuk saling memperingatkan satu sama lain.

"Beberapa di antaranya adalah nama-nama yang sangat terkenal. Orang-orang yang merupakan investor terkenal," kata seorang wanita yang kariernya sedang naik daun di industri teknologi.

"(Mereka) pengusaha-pengusaha yang aktif di lingkungan ini, saya pernah melihat mereka di pesta-pesta sebelumnya," imbuhnya yang dikutip NadiKabar dari Futurism.

Selain daftar nama, spreadsheet tersebut kabarnya juga berisi rincian dugaan tindak pelecehan yang meliputi pembiusan, penyerangan seksual, dan pemerkosaan. Namun, daftar ini didistribusikan secara sangat selektif, kemungkinan besar untuk melindungi orang-orang yang membuat tuduhan tersebut.

"Saya bertemu dengan beberapa wanita yang menjalankan 'jaringan bisik-bisik', di dalamnya terdapat ratusan kasus," ungkap seorang wanita.

Menurut berbagai sumber, para perempuan di industri ini sering kali tidak melapor ke polisi karena takut aksi balas dendam dari pihak yang mereka tuduh, yang dapat menghancurkan karier dan hubungan profesional mereka.

"Saya khawatir jika mencoba mencari keadilan untuk kasus saya dan saya kalah, saya akan di-blacklist seluruh investor di kota ini," kata seorang wanita.

Kabar beredarnya daftar ini muncul menyusul kembali disorotnya budaya ala fraternity (perkumpulan mahasiswa) yang mendominasi industri AI.

New York Times baru-baru ini menerbitkan investigasi tentang berbagai kasus pelecehan dan tuduhan pemerkosaan yang bermula dari rumah-rumah mewah yang sering disebut hacker house, di mana puluhan pekerja teknologi muda ambisius tinggal dan sering berpesta bersama sembari mengejar karier.

Walaupun terkenal memupuk gaya hidup hedonistik, keberadaan rumah semacam itu biasanya juga didukung beberapa tokoh papan atas di industri, sehingga memberikan para penghuninya kesempatan untuk bergaul dan membangun jaringan dengan tokoh-tokoh itu.

Salah satu hacker house terkemuka bernama AGI House mencatatkan 37 insiden yang dilaporkan ke polisi sejak tahun 2022.

Yehong Zhu yang melontarkan tuduhan, menyatakan dia disarankan tidak melapor ke polisi dan banyak pihak di industri tidak membantunya. Zhu yang menciptakan aplikasi Zette menyebut orang yang membantunya berbisnis juga tidak mau dilibatkan.