Namun, pemerintah memutuskan mempertahankan tarif sehingga pelanggan nonsubsidi maupun bersubsidi tidak mengalami perubahan harga listrik selama tiga bulan terakhir tahun ini.
Adapun 24 golongan pelanggan bersubsidi mencakup pelanggan sosial, rumah tangga miskin, bisnis kecil, industri kecil, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Keputusan mempertahankan tarif listrik tersebut ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian biaya energi bagi sektor bisnis dan industri. Kebijakan ini juga diharapkan membantu pelaku usaha merencanakan kebutuhan listrik di tengah dinamika ekonomi.
Di sisi lain, PLN menyatakan akan menjaga keandalan pasokan listrik dari hulu hingga hilir untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan kegiatan ekonomi.
Suroso mengatakan ketersediaan listrik menjadi salah satu faktor pendukung aktivitas ekonomi dan pertumbuhan industri nasional.
"Kami berkomitmen penuh untuk terus menghadirkan pasokan listrik yang andal, sehingga dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat serta memacu pertumbuhan industri nasional," ujarnya.