NADIKABAR.COM — Dampak Karhutla Tak Cuma Bakar Hutan, Asapnya Ancam Kesehatan Warga

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya menyebabkan kerusakan kawasan hutan. Asap dan partikel polutan yang dihasilkan juga dapat menyebar hingga ke wilayah lain dan mengancam kesehatan masyarakat yang bahkan tinggal jauh dari titik kebakaran.

Dampak tersebut menjadi perhatian Peneliti Pusat Riset Masyarakat dan Budaya (PR MB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Marcellinus Mandira Budi Utomo. Melalui kajiannya di Kalimantan, ia mencoba mengukur potensi dampak karhutla terhadap kesehatan penduduk dengan mengintegrasikan data satelit, pemodelan atmosfer, dan analisis kuantitatif.

Marcellinus menjelaskan, dampak karhutla tidak selalu terlihat secara langsung. Partikulat halus PM2,5 yang dihasilkan dari kebakaran dapat terbawa dan menyebar ke berbagai wilayah sehingga memperluas paparan polusi udara kepada masyarakat.

Dalam penelitiannya, ia menggabungkan sejumlah data, mulai dari aktivitas kebakaran yang terpantau melalui satelit, estimasi konsentrasi PM2,5, distribusi penduduk, hingga data mortalitas dasar. Pendekatan tersebut digunakan untuk melihat keterkaitan antara aktivitas kebakaran, kualitas udara, dan potensi dampaknya terhadap masyarakat di Kalimantan.

Meski demikian, Marcellinus mengingatkan bahwa hasil kajian berbasis pemodelan harus dipahami sesuai batasan metodologinya. Estimasi tersebut tidak dapat diartikan sebagai angka kematian aktual yang seluruhnya telah terbukti disebabkan oleh karhutla.

Ia juga menegaskan bahwa pemodelan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan seluruh penderitaan masyarakat akibat kebakaran.