Elandry menilai, perhatian pasar saat ini bergeser pada arah kebijakan The Fed dan kemungkinan kenaikan lanjutan. Menurutnya, penguatan IHSG pada paruh pertama perdagangan menunjukkan risk appetite domestik masih cukup terjaga.
"Menurut saya, ini mencerminkan pasar tidak mengalami negative surprise dari keputusan The Fed karena ekspektasi kenaikan bunga sudah terbentuk sebelumnya," jelasnya.
Elandry mengingatkan sentimen pasar belum sepenuhnya aman mengingat The Fed masih memberikan sinyal hawkish dan membuka ruang kenaikan suku bunga berikutnya. Ia menilai, investor akan mencermati pergerakan US Treasury yield, dolar AS, serta foreign flow ke emerging market.
"Selama tekanan dari ketiga faktor tersebut masih terkendali, IHSG berpeluang relatif resilien, tetapi volatilitas jangka pendek tetap perlu diantisipasi," pungkasnya.