Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara Pahala Nugraha Mansury mengatakan perubahan geopolitik dan pergeseran arus modal internasional membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik investasi dari berbagai negara.

Menurut Pahala, kawasan Asia-Pasifik menyumbang hampir 60% pertumbuhan ekonomi dunia. Namun, alokasi modal investasi jangka panjang ke kawasan tersebut dinilai belum sebanding dengan potensi pertumbuhannya.

"Fokus kami adalah mendorong long-term capital untuk melihat bahwa sesungguhnya terdapat banyak sekali kesempatan untuk menempatkan investasi di negara-negara Asia, karena justru di sinilah pusat gravitasi untuk pertumbuhan berada," ujar Pahala.

Ia menambahkan Indonesia berpeluang menjadi tujuan investasi bagi pemilik modal dari China, Australia, Amerika Serikat, dan negara lainnya.

"Dengan perkembangan geopolitik yang ada, Indonesia bisa menjadi negara destinasi bagi permodalan dari Cina, Australia, Amerika Serikat dan negara-negara lain yang sedang mencari rumah baru," lanjutnya.