NADIKABAR.COM — Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkap pihaknya tidak menggunakan jasa konsultan dalam menjalankan transformasi besar-besaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Transformasi menyeluruh tersebut dieksekusi melalui skema konsolidasi, merger, divestasi, hingga likuidasi perusahaan.
"Saya memimpin langsung proses transformasi ini sendiri setiap hari. Kami tidak menggunakan konsultan. Setidaknya saya memimpin 12 rapat setiap harinya hanya untuk mengawal proses ini satu per satu," ujar Dony dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta, Senin (26/10).
Dony mengklaim perombakan ini sebagai restrukturisasi perusahaan terbesar di dunia. Dari total 1.074 BUMN, kini Danantara telah menutup 364 perusahaan berskala kecil dan merugi dalam kurun waktu 18 bulan.
Dony menargetkan hingga akhir tahun ini, pihaknya akan menutup atau melikuidasi 750 perusahaan, termasuk 50 perusahaan di bawah naungan Telkom dan 124 anak usaha Pertamina.