Di sektor kawasan industri, 23 entitas digabung menjadi satu pengelola dengan lahan seluas 16 ribu hektare yang diklaim sebagai terbesar di Asia Tenggara.
Ke depan, 16 perusahaan asuransi BUMN akan diciutkan menjadi hanya tiga entitas, yaitu asuransi jiwa, umum, dan kredit.
Sementara itu, perusahaan sekuritas akan dirampingkan menjadi dua entitas saja.
Dony menjelaskan perombakan model bisnis ini telah membuahkan hasil nyata, yaitu lonjakan laba bagi sejumlah BUMN per Agustus 2026.
Di antaranya, laba Semen Indonesia (SIG) meroket 427 persen, disusul Pupuk Indonesia 233 persen, Danareksa 110 persen, PTPN III 55 persen, dan Pertamina 48 persen.