Selain lingkungan, inovasi sosial juga menjadi bagian dari pembahasan. Project Manager Konsultansi PROPER PT SUCOFINDO (PERSERO) Retno Suryani membahas penerapan inovasi sosial dalam PROPER, termasuk program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) untuk pemberdayaan kelompok rentan.

Menurut Retno, program sosial perusahaan perlu menjawab kebutuhan masyarakat dan menghasilkan perubahan yang dapat diukur. Keberlanjutan program juga perlu didukung penguatan kemampuan serta modal sosial dan ekonomi masyarakat.

"Inovasi sosial tidak lagi cukup dipandang sebagai program pendamping. Saat ini, inovasi sosial menjadi instrumen penting untuk menciptakan dampak yang terukur dan berkelanjutan. Ketika perusahaan mampu mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat dengan kebutuhan kelompok rentan, maka manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan," paparnya.

Sementara itu, Head of the GHG Validation and Verification Operations Subdivision PT SUCOFINDO Fajar Firstya Adam membahas Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Menurutnya, mekanisme karbon dapat memberikan insentif bagi perusahaan untuk menurunkan emisi sekaligus membuka peluang investasi dan pengembangan teknologi rendah emisi.

"NEK memberikan peluang bagi perusahaan untuk mengubah kinerja lingkungan menjadi nilai ekonomi. Dengan mekanisme yang kredibel dan berintegritas, dunia usaha dapat mempercepat upaya dekarbonisasi, memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG), sekaligus meningkatkan daya saing pada era ekonomi rendah karbon," tutupnya.