"Pada saat yang sama harga turun, tapi volume ketersediaan tambah untuk rakyat kita. Sehingga rakyat kita sekarang mudah mendapatkan pupuk dan karena itu produksi meningkat," ujarnya.

Dengan harga yang lebih terjangkau dan akses yang semakin mudah, pupuk diharapkan dapat membantu petani menjaga produktivitas tanaman.

Dampaknya tidak berhenti di tingkat petani. Ketika produktivitas meningkat, pasokan hasil pertanian juga berpotensi meningkat sehingga memperkuat ketersediaan pangan di dalam negeri.

Untuk memastikan kebutuhan pupuk domestik tetap terpenuhi, kapasitas produksi menjadi salah satu faktor penting.

Pupuk Indonesia memiliki kapasitas produksi nasional sekitar 14,8 juta ton per tahun. Kapasitas tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri sekaligus merespons peluang pasar global tanpa mengganggu pasokan bagi petani Indonesia.

Kapasitas produksi tersebut juga perlu ditopang oleh fasilitas yang produktif. Karena itu, Pupuk Indonesia menyiapkan program peremajaan atau revitalisasi tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan.

Penguatan kinerja keuangan yang dicapai perusahaan turut memberikan ruang untuk meningkatkan investasi dalam program revitalisasi tersebut. Melalui modernisasi fasilitas produksi, Pupuk Indonesia dapat meningkatkan kapasitas sekaligus efisiensi produksi, sehingga aset yang dimiliki dapat memberikan nilai tambah yang lebih optimal.

Dengan fasilitas yang lebih produktif dan efisien, kemampuan perusahaan dalam menjaga keberlanjutan pasokan pupuk diharapkan semakin kuat, sekaligus mendukung ketersediaan pupuk yang tetap terjangkau bagi petani.

Kinerja Perusahaan dan Ketahanan Pangan

Di tengah perannya dalam menjaga pasokan pupuk, Pupuk Indonesia juga mencatatkan kinerja keuangan positif.

Sepanjang Januari-Juni 2026, perusahaan membukukan laba bersih Rp8,51 triliun atau tumbuh 253% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan perusahaan mencapai Rp59,67 triliun atau tumbuh 51%, sedangkan EBITDA meningkat 140% menjadi Rp14,28 triliun. Kinerja tersebut didorong peningkatan volume produksi dan efisiensi biaya operasional.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan transformasi yang dilakukan perusahaan tidak hanya ditujukan untuk memperkuat kinerja bisnis.

Menurutnya, fondasi keuangan yang semakin kuat akan memberikan ruang bagi perusahaan untuk memberikan kontribusi lebih besar terhadap ketahanan pangan nasional.