"Berkat dukungan pemerintah melalui Danantara transformasi bisnis secara menyeluruh sudah mulai membuahkan hasil berupa capaian kinerja keuangan yang membanggakan. Dengan fondasi keuangan yang semakin kuat, kami optimistis pertumbuhan ini berkelanjutan, bukan hanya untuk kinerja perusahaan, tapi juga untuk kontribusi yang lebih besar terhadap ketahanan pangan nasional," ujar Rahmad.
Artinya, kinerja keuangan dan peran strategis perusahaan dalam ekosistem pangan memiliki keterkaitan. Perusahaan yang sehat secara finansial memiliki kapasitas lebih besar untuk menjaga operasional, melakukan investasi dan memastikan keberlangsungan pasokan.
Efisiensi untuk Menjaga Harga dan Pasokan
Menariknya, pertumbuhan laba Pupuk Indonesia terjadi ketika pemerintah juga menurunkan harga pupuk.Kondisi tersebut tidak terlepas dari strategi perusahaan meningkatkan efisiensi. Pupuk Indonesia menerapkan operational excellence dan cost leadership secara disiplin untuk menjaga daya saing.
Perusahaan juga melakukan diversifikasi sumber pendapatan dengan memperkuat segmen non-subsidi dan produk non-pupuk. Di sisi bahan baku, Pupuk Indonesia memperluas sumber pasokan dan skema kontrak untuk meredam dampak volatilitas harga komoditas global terhadap struktur biaya.
Langkah tersebut penting karena kemampuan menyediakan pupuk dengan harga yang terjangkau membutuhkan struktur biaya yang sehat. Rahmad mengatakan seluruh transformasi tersebut pada akhirnya diarahkan kepada kepentingan petani.
"Sejalan dengan agenda transformasi BUMN yang didorong Danantara, semua perubahan struktural ini bermuara pada satu hal, pupuk yang terjangkau dan lebih cepat sampai ke petani, dengan cost yang lebih sehat bagi negara serta menjaga ketahanan pangan," ungkap Rahmad.
Rantai hubungan tim redaksi pupuk dan ketahanan pangan pada akhirnya dapat dilihat dari perjalanan sederhana: pupuk diproduksi, didistribusikan, digunakan petani, kemudian mendukung proses budidaya hingga menghasilkan panen.
Karena itu, memastikan pupuk tersedia bukan sekadar persoalan industri. Di dalamnya terdapat kepentingan petani, produksi pangan dan ketahanan pangan nasional.
Transformasi Pupuk Indonesia juga diarahkan untuk memastikan rantai tersebut semakin kuat. Mulai dari efisiensi produksi, optimalisasi aset, digitalisasi distribusi hingga diversifikasi bisnis.
Pada akhirnya, keberhasilan industri pupuk tidak hanya dapat dilihat dari besarnya produksi atau laba perusahaan. Ukuran yang tidak kalah penting adalah seberapa jauh pupuk dapat tersedia dengan harga yang terjangkau dan sampai kepada petani tepat waktu.
Sebab, perjalanan menuju ketahanan pangan tidak berhenti di pabrik pupuk. Perjalanan tersebut berlanjut hingga ke lahan pertanian dan berakhir pada satu tujuan yang sama: panen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.
Lihat juga Video: Ini Program Pupuk Indonesia yang Bawa Pulau Lembata Mandiri Pangan!