Dalam skenario yang beredar itu, BCA akan menjadi entitas yang bertahan, sedangkan pemegang saham DBS Indonesia memperoleh saham baru BCA sebagai imbalan atas transaksi tersebut. Namun, Ricky menegaskan informasi itu masih sebatas rumor pasar, bukan pengumuman resmi aksi korporasi.
"Ada rumor pasar menarik yang beredar bahwa Bank DBS Indonesia bisa digabungkan ke dalam BCA melalui transaksi inbreng atau penyetoran modal non-tunai," tulis Ricky dalam unggahannya.
Ricky juga mengaitkan rumor tersebut dengan pergerakan saham BBCA yang disebut sempat naik sekitar 7 persen saat ia menulis unggahannya. Namun, ia menegaskan kabar penggabungan itu belum terkonfirmasi.
"Untuk memperjelas, ini adalah rumor pasar yang belum terkonfirmasi, bukan aksi korporasi yang telah diumumkan," tulisnya lebih lanjut.
Dari sisi kepemilikan, DBS Bank Ltd saat ini memiliki sekitar 99 persen saham Bank DBS Indonesia, sedangkan BCA telah memiliki 1 persen sisanya.
Temasek merupakan salah satu pemegang saham utama DBS Group. Karena itu, apabila transaksi pertukaran saham benar-benar dilakukan, struktur transaksi dan pihak yang terlibat perlu diperjelas.