NADIKABAR.COM — Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) diprediksi akan memperlambat laju perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Para analis menilai kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilu sela dan pengambilalihan kedua kamar di Kongres dapat mempengaruhi pengembangan AI di AS. Kondisi ini juga akan berdampak pada perdagangan AI global maupun persaingan teknologi antara AS dan China.
Mereka mengatakan, AI merupakan bagian penting secara politis dalam waktu singkat. Meski isu teknologi tersebut masih berada di bawah isu-isu seperti biaya hidup dan korupsi pemerintah yang lebih darurat.
Ekonom dari Natixis Corporate and Investment Bank Gary Ng Cheuk-yan, menyebut perlambatan laju AI di AS akan menjadi kemenangan bagi China dalam mengembangkan teknologi tersebut.
"Perlambatan di AS bisa menjadi kemenangan bagi China. [Hasil pemilu] tidak akan membuat pembangunan pusat data [di AS] terhenti total, tetapi lajunya pasti akan melambat," kata Ng dikutip dari South China Morning Post, Rabu (4/11).
Ng menilai kontrol Demokrat di Kongres akan menimbulkan kendala baru pada kapasitas komputasi AS. Pasalnya, partai tersebut lebih mendukung pengawasan ketat terhadap pusat data.
"Hal ini akan menjaga token AI [AS] tetap tinggi, memberi China kesempatan untuk mengekspor layanan inferensi yang hemat biaya, didukung oleh pasokan listrik yang melimpah," ungkap Ng.