"Saya rasa penundaan pembangunan pusat data ini sudah banyak diprediksi. Masyarakat tidak sungkan menyuarakan penolakan mereka dan investor tentu sudah menyadari risikonya," kata Ma.

Kepala investasi global di Bank Swiss Lombard Odier Michael Strobaek menyebut Trump masih memilik hak veto untuk menggagalkan upaya agresif Demokrat, termasuk menolak pembuatan larangan pusat data nasional, di luar rentetan regulasi lokal yang kini sudah disetujui pemilih.

"Terkait AI, menurut pandangan kami, jalur yang paling mungkin terjadi adalah regulasi yang diawasi secara mandiri oleh industri (self-supervised regulation)," ungkap Michael Strobaek.

Mantan wakil jaksa agung AS Rod Rosenstein, menekankan bahwa Trump masih memegang kekuasaan eksekutif yang besar, termasuk melalui penerbitan keputusan presien.

"Kongres kemungkinan akan menggunakan pengaruhnya melalui sidang pengawasan dan pembuatan undang-undang. [Hal itu] sepertinya tidak akan mengubah pendirian Trump dalam perlombaan AI dengan China," kata Rosenstein.

Trump sebelumnya menyebut ketakutan terhadap keamanan AI sebagai hoaks atau berita bohong dan menekankan pentingnya memenangkan perlombaan AI melawan China. Dalam beberapa bulan terakhir, ia berulang kali mengatakan bahwa siapa pun yang memenangkan AI, dirinyalah pemenangnya.