NADIKABAR.COM — Kemenangan telak Partai Demokrat pada pemilu sela Amerika Serikat, berpotensi memperkuat para penentang data center di beberapa bagian Amerika Serikat dan memperlambat perluasan fasilitas kontroversial tersebut.

Pemilu ini menaikkan pamor sejumlah kandidat negara bagian dan gubernur yang menjadikan regulasi data center lebih ketat sebagai bagian kampanye mereka.

Pesatnya pembangunan data center di seluruh AS untuk membantu memberdayakan kecerdasan buatan (AI) memicu penolakan publik yang meluas. Dengan selisih lebih dari 2 banding 1, lebih banyak orang Amerika yang menentang daripada mendukung pembangunan data center baru di wilayah mereka, menurut jajak pendapat CBS News.

Hasil pemilu ini diprediksi memicu perlambatan pembangunan data center, yang akan membawa regulasi dan biaya baru bagi pihak yang membangunnya.

"Bagi investor teknologi, fokus utamanya adalah apakah pemilu paruh waktu ini akan memperlambat laju 800 hingga 1.000 pusat data yang direncanakan di seluruh AS untuk mendorong Revolusi AI. Dalam pandangan kami, jawabannya jelas ya," kata analis teknologi Yorkville Ives & Co., Dan Ives.

Ives menyoroti Texas, yang menyumbang 25% hingga 30% kapasitas data center yang diperkirakan akan beroperasi tahun 2030, sebagai salah satu negara bagian yang bisa terkena dampaknya. Tokoh Demokrat Gina Hinojosa, yang mengalahkan petahana dari kubu Republik Greg Abbott dalam persaingan gubernur, mengusulkan larangan sementara pembangunan data center.

"Texas adalah fondasi dari pembangunan AI di AS," kata Ives kepada CBS News yang dikutip NadiKabar.

Kemenangan Hinojosa atas Abbott dapat menunda penambahan daya data center sebesar 13 gigawatt di Texas. Abbott sebelumnya telah menangguhkan persetujuan data center, yang memudahkan Hinojosa untuk memperpanjang moratorium tersebut.

"Texas sudah memiliki moratorium, Abbott yang membuatnya. Semua yang perlu dilakukan gubernur baru hanyalah mempertahankannya. Dia tidak memerlukan undang-undang baru agar izin data center tetap dibekukan," kata Gordon Johnson dari GLJ Research.

Kemenangan Keisha Lance Bottoms dalam pemilihan gubernur di Georgia, pasar data center terbesar ketiga, juga memiliki implikasi terhadap pembangunan infrastruktur tersebut. Bottoms mengatakan akan segera menandatangani perintah eksekutif untuk penundaan data center.

Analis pasar Adam Crisafulli dari Vital Knowledge mencatat bahwa saham semikonduktor, hardware, dan saham lain terkait konstruksi data center turun tajam pada hari Rabu di tengah kekhawatiran investor atas keterlambatan perizinan.

Seema Shah dari Principal Asset Management, berpendapat pengembang data center bisa menghadapi persyaratan tambahan untuk berinvestasi di jaringan listrik dan berpotensi kehilangan insentif pajak, yang akhirnya menaikkan biaya.

Investasi besar-besaran di data center dan sektor AI telah membantu mendorong pertumbuhan ekonomi AS dan memacu kenaikan pasar saham. Namun dalam jangka panjang, perlambatan laju pembangunan data center sepertinya tidak akan melumpuhkan perekonomian.

"Bisa dibilang perdagangan AI dan pembangunan data center mulai menjadi terlalu panas dan regulasi dapat meredam beberapa investasi berlebihan yang mungkin tidak memiliki pengembalian modal yang baik, yang memang sudah dipertanyakan investor," kata Dover dari Franklin Templeton.