NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkumpul dengan para pentolan AI di tengah kekhawatiran teknologi itu bisa memusnahkan manusia. Trump mengatakan para bos perusahaan teknologi menandatangani komitmen yang bertujuan agar mereka lebih baik dalam melakukan pengawasan mandiri pada model AI perusahaan mereka.

Ia berpendapat pendekatan yang tak terlalu mengekang ini merupakan cara terbaik untuk menyeimbangkan kekhawatiran seputar keamanan dengan keinginannya untuk mempercepat teknologi yang ia juluki Kecerdasan Super (Super Intelligence) itu.

Didampingi para eksekutif teknologi di Gedung Putih, Trump melontarkan banyak pujian kepada para CEO yang menghadiri jamuan makan siang tersebut sembari menepis kekhawatiran tentang bahaya AI.

"Saya melihat pengawasan mandiri yang luar biasa, dan mereka mengerti mereka harus mengawasi diri mereka sendiri. Model-model ini sangat kompleks dan sekali lagi, saya percaya mereka akan digunakan untuk kebaikan," katanya yang dikutip NadiKabar dari NadiKabar. Ia mengunggah kesepakatan tersebut di Truth Social.

Ada empat langkah yang disetujui semua perusahaan: menerapkan kontrol internal guna memastikan model AI mematuhi standar keamanan siber, memberdayakan tim internal untuk memastikan kontrol, pemantauan, dan deteksi berjalan sebagaimana mestinya, bermitra dengan operator eksternal untuk menilai model secara independen, serta menunjuk komite independen dari dewan direksi untuk menerima laporan tersebut dan memastikan setiap masalah ditangani.

Selain Trump, unggahan tersebut memperlihatkan enam tanda tangan: Sundar Pichai dari Google, Dario Amodei dari Anthropic, Mark Zuckerberg dari Meta, Jensen Huang dari Nvidia, Greg Brockman dari OpenAI, dan Elon Musk dari X.