Sumber yang mengetahui pertemuan tersebut menggambarkannya sebagai upaya untuk menyamakan pandangan antara pemerintah dan para petinggi industri di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan terkait model AI.
Brandon Daniels, CEO Exiger yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan para pemimpin teknologi berfokus pada gagasan Huang dan Zuckerberg bahwa kelompok tersebut perlu menyelaraskan diri dengan serangkaian standar dan prinsip yang berlaku menyeluruh, bukan sekadar standar individu atau berjalan sendiri-sendiri. Standar tersebut dapat ditinjau dan dapat diatur oleh perintah eksekutif atau regulasi baru.
Daniels mendeskripsikan pertemuan itu sangat ramah dan mengatakan bahwa para pemimpin yang sebelumnya belum saling terhubung tampak bertukar nomor ponsel. Ia memuji langkah presiden yang menyatukan kelompok tersebut, dan menyebut tindakannya revolusioner.
Beberapa minggu terakhir, Trump berulang kali menyampaikan keyakinannya bahwa kecerdasan buatan adalah keliru karena dalam pandangannya, teknologi tersebut lebih tepat disebut super.
Dia mengatakan telah membahas perubahan nama tersebut dengan pemimpin China Xi Jinping, yang tampaknya menyukainya. Departemen Luar Negeri AS pun memerintahkan para diplomat untuk menggunakan istilah "kecerdasan super," menurut laporan Associated Press.