Pertemuan tersebut diadakan menyusul serangkaian insiden yang memicu kekhawatiran keamanan yang meluas terkait AI, termasuk agen AI yang bertindak di luar kendali dan mencoba meretas.
Beberapa tokoh industri AI, termasuk sejumlah CEO, memperingatkan tentang dampak bencana yang bisa terjadi jika mereka kehilangan kendali atas teknologi tersebut.
Namun, pertemuan itu tampaknya tidak banyak menyurutkan antusiasme Trump tapi justru memperkuat keyakinannya bahwa industri AI mampu mengawasi dirinya sendiri tanpa perlu tambahan regulasi.
Trump, yang mengatakan akan segera menandatangani perintah eksekutif untuk mengubah istilah "kecerdasan buatan" (artificial intelligence) menjadi "kecerdasan super", bersikeras pemerintah tidak boleh memperlambat pengembangan AI karena takut tertinggal dari China dan negara maju lainnya.
"Ini adalah pertumbuhan yang luar biasa bagi negara kita. Siapa pun yang memenangkan SI (Kecerdasan Super) akan menang," sebutnya.
Di antara mereka yang hadir adalah Amodei, Zuckerberg, Huang, Brockman, Musk, Pichai, Alex Karp dari Palantir, dan Jeff Bezos dari Amazon, bersama beberapa anggota Kabinet dan Ketua DPR Mike Johnson.