NADIKABAR.COM — Laju pesat transaksi perdagangan digital di dunia belum otomatis diikuti oleh terbentuknya kepercayaan digital (digital trust). Hal tersebut ditegaskan oleh CEO Privy, Marshall Pribadi, saat menjadi panelis dalam sesi bertajuk "Trust, data, trade: Powering digital services" pada ajang WTO Public Forum 2026 di Jenewa, Swiss.
Marshall menekankan bahwa digital trust bukan sekadar aspek keamanan teknologi, melainkan bagian dari infrastruktur ekonomi yang memastikan keabsahan identitas, keaslian dokumen, serta keterbukaan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
Dalam paparannya, Marshall membagikan pengalaman Indonesia yang telah menerapkan rantai kepercayaan digital secara menyeluruh di skala nasional: