Marshall menyoroti peran identitas digital dalam mengatasi hambatan finansial yang dialami Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mengutip data Asian Development Bank (ADB) 2025, kesenjangan pembiayaan perdagangan global mencapai USD 2,5 triliun, di mana 41% pengajuan pembiayaan UMKM ditolak--berbanding jauh dengan tingkat penolakan perusahaan multinasional yang hanya sebesar 7%.
Di Indonesia--di mana kesenjangan pembiayaan UMKM mencapai USD 234 miliar berdasarkan data IFC--kehadiran identitas digital terverifikasi menjadi krusial untuk membuktikan rekam jejak transaksi.
"Bagi pelaku usaha mikro, identitas digital yang terverifikasi adalah agunan termurah yang pernah ia miliki. Bank tidak menolak risikonya. Bank menolak karena tidak bisa memverifikasi siapa dia," tegas Marshall, dalam keterangan yang diterima NadiKabar.