NADIKABAR.COM — Bagi sejumlah orang, kecantikan dan gaya hidup glamor Kate Wenqi Zhu tampak tidak sejalan dengan kecemerlangan akademis. Namun, ia membuktikannya dengan lulus peringkat pertama di angkatan magisternya di Oxford dan meraih gelar doktor bidang matematika.

Matematikawan asal China berusia 32 tahun ini menyelesaikan gelar D.Phil. di Universitas Oxford awal tahun ini dan sekarang menjadi peneliti pascadoktoral di Mathematical Institute universitas tersebut.

Oxford menempati peringkat kedua global jurusan matematika dalam QS World University Rankings by Subject 2026, di bawah Massachusetts Institute of Technology.

Penelitiannya saat ini menggabungkan optimisasi, analisis numerik, dan AI, mengeksplorasi bagaimana kecerdasan buatan dapat membantu mengungkap struktur matematika yang selama ini sulit diidentifikasi menggunakan metode yang sudah ada.

Lahir di Shenzhen, Zhu menderita rinitis kronis sewaktu kecil sehingga sering tidak masuk sekolah. Di sekolah, ia mendatangi gurunya dengan pertanyaan-pertanyaan tidak biasa, seperti, "Apa akar kuadrat dari +4 jika hasilnya ±2?"

Setelah kepala sekolah menyampaikan kekhawatirannya mengenai perilaku Zhu, ibunya merasa pendekatan di sekolah itu tak cocok untuknya dan mengeluarkan Zhu dari sekolah pada usia 10 tahun. Sang ibu mendidiknya di rumah selama dua tahun, mendorongnya mengeksplorasi berbagai pertanyaan dan menemukan jawabannya.