Pada usia 16 tahun, Zhu masuk Oxford untuk belajar matematika. Ia memilih jurusan tersebut karena kesederhanaannya. "Matematika hanya membutuhkan selembar kertas dan pulpen. Saya bisa mengerjakannya di asrama, baik sambil berbaring maupun duduk," cetusnya.

Setelah menyelesaikan gelar sarjana dan magister di Oxford, Zhu terjun ke dunia keuangan, bekerja di J.P. Morgan dan Goldman Sachs. Meskipun berpenghasilan sekitar USD 149.000 per tahun, ia merasa tidak bahagia.

"Saya ingat suatu kali ketika tekanan di tempat kerja sangat tinggi. Saya pulang ke rumah dan menangis tersedu," kata Zhu. Mendadak, solusi untuk sebuah soal matematika muncul di benaknya. "Saya mulai mengerjakannya dan lupa sedang menangis."

Ia kemudian belajar matematika lagi sembari bekerja, sebelum akhirnya resign dan kembali ke Oxford. Di 2020, ia mengambil program magister Mathematical Modelling and Scientific Computing dan lulus sebagai yang terbaik di angkatannya.

Zhu memulai program D.Phil. matematika di Oxford tahun 2022 dan menyelesaikannya pada 2026. Di 2025, ia juara kedua ajang bergengsi Leslie Fox Prize for Numerical Analysis.

Zhu juga figur media sosial populer di China dengan total hampir 3 juta pengikut di Weibo, Douyin, dan Bilibili. Ia membagikan perjalanan akademisnya dan kehidupan sehari-hari.