NADIKABAR.COM — Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Jawa Barat menguji sampel makanan dan minuman untuk menyelidiki penyebab dugaan keracunan yang dialami 103 siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Rabu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty di Rumah Sakit Paru Gunawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua, Rabu, mengatakan sampel telah diambil untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Bogor.
"Sampel makanan yang dimakan semua, dari yang tersedia di bank sampel, itu dibawa untuk diperiksa," kata Fusia.
Ia menjelaskan sampel yang diperiksa berasal dari makanan yang disimpan sebagai bank sampel serta sampel lain yang diambil untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium.
Adapun menu makanan dan minuman yang dikonsumsi para siswa meliputi nasi, telur, sayuran berupa wortel dan jagung, serta susu ultra high temperature (UHT).