Selain itu, Bahlil menyebut terdapat kapasitas pembangkit sekitar 400 megawatt (MW) yang saat ini hanya sekitar 250 MW yang aktif.

"Kemudian kontribusi dari 400 MW tinggal aktif 250 MW. Jadi terjadi kekurangan di sana. Ini memang kesalahan kita juga," katanya.

Lihat juga Video: Eks Dirjen Minerba Divonis 4 Tahun Bui Kasus Korupsi Timah Rp 300 T