Berdasarkan data Bloomberg per Jumat (25/9), nilai tukar dolar AS berada pada level Rp 17.930 atau menguat 0,08%. Selanjutnya, pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang lainnya bervariasi namun cenderung stagnan.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menyebut pelemahan rupiah ini banyak dipengaruhi oleh persoalan dari luar negeri hingga kebutuhan dolar di dalam negeri.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan pelemahan rupiah kali ini dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), di tengah kekhawatiran inflasi global dan outlook fiskal.

"Kondisi tersebut mendorong yield US Treasury 10 tahun naik hingga 5,11%, tertinggi sejak 2007," kata Erwin dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).