NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji buka suara terkait penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah yang mendekati Rp 18.200. Menurutnya, kenaikan nilai tukar dolar AS berdampak positif dan negatif terhadap industri dalam negeri.
Sarmuji menjelaskan, penguatan dolar AS menguntungkan industri yang berorientasi ekspor karena bisa memperoleh pendapatan lebih besar.
"Kalau industri-industri yang orientasinya ekspor itu pasti senang, karena dengan barang yang sama mendapatkan rupiah yang lebih besar. Karena harga dolarnya naik, dibeli dengan dolar di luar negeri," kata Sarmuji di Kemenperin, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).