Sebaliknya, penguatan dolar AS menjadi tekanan bagi industri yang masih bergantung pada bahan baku impor karena berpotensi meningkatkan biaya produksi sehingga pelaku usaha perlu menyiapkan langkah antisipasi.

"Tetapi untuk industri yang bahan bakunya dari luar negeri, dari impor, tentu agak berat. Jadi, harus ada mitigasi bagi industri. Industri juga harus melakukan prediksi penyesuaian diri juga," ujarnya.

Sarmuji berharap nilai tukar dolar AS dapat bergerak lebih stabil terhadap rupiah. Dengan begitu, pelaku industri lebih mudah menyusun perencanaan dan memperkirakan kebutuhan biaya produksi.