Destry menilai pergerakan rupiah saat ini masih merupakan volatilitas yang biasa terjadi. Oleh karena itu, BI belum berencana mengubah strategi dalam merespons dinamika nilai tukar.

"Nggak, nggak, ini kita volatility biasa, tapi kita akan terus ada monitor lah. Kita akan root cause-nya juga," terang Destry.

Dikutip dari Bloomberg, rupiah terpantau terus melemah terhadap dolar AS. Pada Senin sore mata uang Paman Sam menembus level Rp 18.135 atau menguat 55 poin (0,30%).