NADIKABAR.COM — Bank Indonesia (BI) memastikan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). BI juga menegaskan tetap berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh kondisi permintaan dan penawaran di pasar. BI akan terus mencermati perkembangan nilai tukar mata uang Garuda tersebut.

"Ya kita tetap ada di pasar, ini tergantung supply demand. Hari ini mungkin lagi, ya pokoknya tetap lah kita monitor pergerakannya," kata Destry di Fairmont Hotel, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Destry menilai pergerakan rupiah saat ini masih merupakan volatilitas yang biasa terjadi. Oleh karena itu, BI belum berencana mengubah strategi dalam merespons dinamika nilai tukar.

"Nggak, nggak, ini kita volatility biasa, tapi kita akan terus ada monitor lah. Kita akan root cause-nya juga," terang Destry.

Dikutip dari Bloomberg, rupiah terpantau terus melemah terhadap dolar AS. Pada Senin sore mata uang Paman Sam menembus level Rp 18.135 atau menguat 55 poin (0,30%).