NADIKABAR.COM — Pengelolaan nama domain Indonesia (.id) sudah berada dalam kendali domestik. Namun, kedaulatan digital Indonesia masih menghadapi tantangan karena infrastruktur pendukung seperti hosting, cloud, dan resolver masih sangat bergantung pada layanan luar negeri.

Dalam pengelolaan nama domain, resolver adalah sistem atau perangkat lunak yang bertugas menerima permintaan (kueri) nama domain dari pengguna (seperti web browser) dan menerjemahkannya menjadi alamat IP yang dapat dipahami oleh komputer.

Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Isnawan Aslan, mengungkapkan ketergantungan pada layanan asing di lapisan tersebut masih mencapai lebih dari 90%.

"Di lapisan bawah itu sudah registri, sudah bisa dikatakan bisa berdaulat. Karena semua proses, mulai A sampai Z, sudah bisa kita kendalikan sendiri. Begitu di atas, hosting, clouding, segala macam, masih tergantung 90% lebih ke luar," kata Isnawan dalam forum diskusi 'Kedaulatan Digital Indonesia, Realistis atau Utopis?' di Perpustakaan Habibie & Ainun, Jakarta, Jumat (30/10).