PANDI juga menguji ketahanan infrastruktur dengan mematikan 10 node selama dua hari untuk memastikan layanan dapat berpindah secara otomatis ke node domestik. Dalam paparannya, Isnawan menyebut sistem pengelolaan domain tersebut menangani sekitar 77 miliar query setiap bulan atau rata-rata 2,2 miliar query per hari.
Karena itu, Isnawan menilai penguatan infrastruktur domestik, terutama kapasitas resolver dan layanan pendukung internet, perlu menjadi perhatian. Ia juga menyinggung perlunya kebijakan untuk mendorong penggunaan layanan resolver dalam negeri, khususnya di lingkungan pemerintahan.
Menurutnya, kedaulatan digital tidak cukup hanya dibangun pada lapisan registri, tetapi juga harus mencakup infrastruktur yang menopang akses internet hingga konten. "Jangan sampai cuma di bawah saja kita mandiri, tapi kemudian ketinggalan di stack atasnya," tegas Isnawan.