Potensi berikutnya datang dari tujuh desa penghasil kerajinan lidi nipah yang melibatkan 50 perajin di Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah. Serat lidi nipah yang tebal, panjang, dan lentur, dengan gradasi warna alami kecokelatan hingga krem, memberikan karakter premium pada produk kerajinan yang sepenuhnya organik dan mudah terurai.

Sementara itu, klaster olahan perikanan mencakup tujuh desa dengan 36 pelaku usaha kecil dan menengah di Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah. Produk diolah dari hasil tangkapan laut segar, dengan puluhan Industri Kecil Menengah (IKM) yang telah bernaung dalam satu sentra sehingga penguatan dan penjagaan standar kualitas produk dapat dilakukan secara lebih terarah.

Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kemenkeu, LPEI akan mendampingi pelaku usaha mulai dari penguatan kelembagaan dan manajemen ekspor hingga perluasan akses pasar.

Pendampingan tersebut meliputi pelatihan prosedur dan dokumen ekspor, penyusunan laporan keuangan berstandar akuntansi, pengenalan market intelligence, pembiayaan pengiriman sampel ke luar negeri, fasilitasi uji laboratorium, hingga keikutsertaan dalam pameran internasional.

Langkah LPEI ini didukung oleh sinergi lintas instansi yang solid. LPEI bersinergi dengan DJPb, Bea Cukai, Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin), Bank Indonesia (BI) perwakilan Babel, dan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.