Cerita-cerita tersebut memiliki satu kesamaan: mudah dipahami, konflik cepat muncul, dan emosi penonton segera dimainkan. Satu episode selesai, penonton penasaran, episode berikutnya dimulai. Begitu seterusnya hingga puluhan episode.
Formula drama 1 menit tersebut ternyata telah berkembang menjadi bisnis besar di China. Berdasarkan data yang dipaparkan DramaBox, nilai pasar mini drama China mencapai sekitar US$ 25 miliar pada tahun 2026, naik dari sekitar US$ 15 miliar pada 2025.
Jika angka tersebut digunakan sebagai pembanding, nilai pasar mini drama bahkan telah melampaui pendapatan gabungan platform streaming tradisional China yang disebut sekitar US$ 12 miliar pada 2025. Total box office domestik China pada tahun yang sama disebut sekitar US$ 7,5 miliar.
Dengan skala tersebut, mini drama tidak lagi bisa dilihat hanya sebagai hiburan ringan di smartphone. Ia telah menjadi industri tersendiri.
Dari sisi penonton, monthly active users mini drama di China disebut telah mencapai sekitar 700 juta pengguna, dengan rata-rata waktu menonton sekitar 129 menit per pengguna per hari.
Angka ini menunjukkan bagaimana format drama berdurasi sangat pendek justru dapat menghasilkan waktu konsumsi yang panjang ketika episode ditonton secara beruntun.
China saat ini menjadi pasar terbesar. Namun, DramaBox melihat peluang yang lebih besar justru berada di luar China. Daniel menyebut pasar global mini drama di luar China baru berada pada tahap awal.
Nilainya diperkirakan baru sekitar US$ 5 miliar pada 2026, naik dari sekitar US$ 3 miliar pada 2025. Sebagai perbandingan, revenue streaming global di luar China disebut mencapai sekitar US$ 160 miliar pada 2025, sedangkan box office global di luar China sekitar US$ 25 miliar.
Jumlah pengguna mini drama di luar China juga masih berada di kisaran 200-300 juta MAU (monthly acitve user), dengan rata-rata waktu menonton sekitar 20-30 menit per hari.
"Pasar global mini drama di luar China baru saja dimulai, tetapi potensinya luar biasa besar," kata Daniel.
Untuk mengejar pasar tersebut, DramaBox membangun jaringan global. Kantor pusatnya berada di Singapura, dengan kantor di sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat. Studio produksinya juga tersebar di Meksiko, Kolombia hingga Brasil.
Ada satu faktor lain yang membuat industri ini bergerak semakin cepat: artificial intelligence (AI). Marcela Kartaszewicz, Head of Communication DramaBox, menyebut perkembangan Artificial Intelligence Generated Content (AIGC) semakin kencang di industri mini drama.