NADIKABAR.COM — Tak hanya memadamkan sumber api, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta TNI juga menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan dry ice atau es kering untuk membantu mengurai asap yang terperangkap di atmosfer.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut Thomas Nifinluri mengatakan penggunaan dry ice dikombinasikan dengan penyemaian garam atau natrium klorida (NaCl), dengan menyesuaikan kondisi atmosfer. Pendekatan ini ditujukan untuk mengurangi konsentrasi asap yang tertahan di dekat permukaan.

"Saat ini sedang berlangsung operasi modifikasi cuaca dengan menggunakan kombinasi dry ice dengan garam untuk mengurangi tingkat polutan asap karhutla yang ada di lapisan inversi," kata Thomas dalam pemaparan 'Sinergi Kebijakan dan Aksi Cepat Tanggap Bencana Karhutla' di Amanaia Satrio, Jakarta Selatan, Rabu (21/10).

Sebelumnya, Kemenhut melaporkan pelaksanaan OMC menggunakan dry ice di Sumatera Selatan pada 16-25 Oktober 2026. Operasi tersebut melibatkan BMKG dan TNI, dengan pelaksanaan penerbangan disesuaikan dengan perkembangan cuaca dan kondisi atmosfer.

Dry ice merupakan karbon dioksida (CO₂) dalam bentuk padat. Berbeda dari es biasa yang mencair menjadi air, dry ice mengalami sublimasi, yakni berubah langsung dari padat menjadi gas.

Dalam operasi yang dijalankan pemerintah, bahan ini disemai dari pesawat untuk memengaruhi kondisi suhu dan kestabilan atmosfer, terutama pada lapisan inversi yang dapat memerangkap asap di dekat permukaan.

Lapisan inversi terjadi ketika udara yang lebih hangat berada di atas udara yang lebih dingin di dekat permukaan. Kondisi tersebut menghambat pergerakan udara secara vertikal sehingga asap dan polutan sulit terdispersi ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi.

BMKG menjelaskan penyemaian dry ice dilakukan di atas lapisan inversi. Proses sublimasi bahan tersebut memicu pendinginan dan perubahan suhu secara mendadak yang diharapkan membantu mengubah kestabilan atmosfer serta membuka kembali pergerakan udara ke atas.